Tekan Angka Kematian Ibu-Bayi, RS Persahabatan Dampingi RSUD Ahmad Yani Metro


KOTA METRO  - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggandeng RS Persahabatan Jakarta untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Pendampingan dilakukan melalui program pengampuan tenaga ahli kesehatan.

Audiensi bersama tim visitasi digelar di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Jumat (22/5/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi.

Ketua Tim Visitasi RS Persahabatan Jakarta, dr. Ernie Meliane Yulisye, A.Md.F.T., mengatakan program tersebut melibatkan dokter spesialis, tenaga kesehatan ibu dan anak, tenaga elektromedik, hingga perawat intensif anak.

"Program ini bertujuan mendampingi rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Lampung dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan ibu dan anak," kata Ernie.

Selama visitasi, tim melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk simulasi penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi. Simulasi dimulai dari penerimaan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), penanganan ibu hamil, resusitasi bayi baru lahir, hingga penanganan bayi dalam kondisi kritis.

Tim juga meninjau fasilitas RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Menurut Ernie, fasilitas Maternal Intensive Care Unit (MICU) di rumah sakit tersebut sudah sangat memadai.

"Untuk sarana dan prasarana MICU di RSUD Ahmad Yani Metro ini luar biasa. Peralatannya sangat baik dan bahkan ada yang belum dimiliki rumah sakit lain," ujarnya.

Meski begitu, ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi perhatian. Pelatihan dan resertifikasi tenaga kesehatan dinilai penting agar kemampuan SDM sejalan dengan perkembangan fasilitas yang tersedia.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso mengatakan hasil visitasi akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

Menurut Bambang, pengembangan rumah sakit tidak hanya berfokus pada penyediaan alat kesehatan, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga medis dan digitalisasi sistem pelayanan.

"Sistem pelayanan rumah sakit ke depan harus semakin modern, terintegrasi, dan berbasis digital agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan optimal," kata Bambang.

Ia berharap pendampingan dari RS Persahabatan dapat memperluas dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam pemenuhan alat kesehatan dan kebutuhan dokter subspesialis yang masih terbatas di daerah.

Bambang menambahkan, penguatan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro penting karena rumah sakit tersebut menjadi salah satu penyangga layanan kesehatan di Provinsi Lampung yang melayani pasien dari berbagai kabupaten dan kota.

Karena itu, sinergi antara Pemkot Metro, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan RS Persahabatan diharapkan terus diperkuat guna menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang lebih berkualitas dan berstandar nasional. (adv)

Posting Komentar

0 Komentar